1. Aliran-Aliran Pokok Pendidikan di Indonesia

Dari berbagai aliran pendidikan di Indonesia ada dua aliran pokok yang perlu kita pelajari yaitu Pendidikan Taman Siswa dan Pendidikan INS (Institut Nasional Syafe’i). Hal ini antara lain karena latar belakang dan kepentingan pendiriannya untuk semua bangsa secara umum tanpa melihat ras, suku, daerah, wilayah, keyakinan, dan keagamaan, atau golongan tertentu saja, sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia. Disamping itu waktu pendiriannya terutama karena mereaksi pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kolonial Belanda yang sangat tidak menguntungkan kepentingan bangsa Indonesia, baik kesempatan yang diberikan, diskriminasi bangsa dan golongan, maupun kepentingan hasil pendidikan misalnya hanya untuk menyiapkan pegawai rendahan yang dibutuhkan oleh Belanda.

  • Perguruan Kebangsaan Taman Siswa

Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di yogyakarta, yakni dalam bentuk yayasan.

  1. a.    Asas Taman Siswa

1)   Bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat terbitnya persatuan dalam peri kehidupan umum.

2)   Bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekan diri.

3)   Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.

4)   Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat.

5)   Bahwa untuk mengejar kemerdekaan hidup yang sepenuhnya lahir maupun batin hendaknyadiusahakan dengan kekuatan sendiri, dan menolak bantuan apapun dan dari siapapun yang mengikat, baik berupa ikatan lahir maupun ikatan batin.

6)   Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka harus mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan.

7)   Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keiklasan lahir dan batin untuk mengobarkan segala kepentinganpribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak.

Kemudian ditambahkan dengan asas kemerdekaan, asas kodrat alam, asas kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas kemanusiaan.

  1. Tujuan Taman Siswa

1)   Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai.

2)   Membangun anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin, luhur akal budinya, serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa, tanah air, serta manusia pada umumnya.

  1. Upaya-upaya yang dilakukan Taman Siswa

Beberapa usaha yang dilakukan oleh taman siswa adalah menyiapkan peserta didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup. Dalam ruang lingkup eksternal Taman siwa membentuk pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.

  1. Hasil-hasil yang Dicapai

Taman siswa telah berhasil menemukan gagasan tentang pendidikan nasional, lembaga-lembaga pendidikan dari Taman indria sampai Sarjana Wiyata, dan sejumlah besar alumni perguruan.

  1. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

Ruang Pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Taman (sumatera Barat).

  1. Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

1)   Berpikir logis dan rasional

2)   Keaktifan atau kegiatan

3)   Pendidikan masyarakat

4)   Memperhatikan pembawaan anak

5)   Menentang intelektualisme

  1. Tujuan Ruang pendidik INS Kayu Tanam adalah:

1)   Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan

2)   Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

3)   Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat

4)   Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab.

5)   Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan.

  1. Upaya-upaya Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

Beberapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, menyiapkan tenaga guru atau pendidik, dan penerbitan mjalah anak-anak Sendi, serta mencetak buku-buku pelajaran.

  1. Hasil-hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengupayakan gagasan-gagasan tentang pendidikan nasional (utamanya pendidikan keterampilan/kerajinan), beberapa ruang pendidikan (jenjang persekolahan), dan sejumlah alumni.